Ghibah Programmer #3 – Pindah Kerja?

Artikel ini merupakan seri dari Ghibah Programmer, pada seri ini saya akan menulis soal hal yang sebagian besar bukan hal teknikal melainkan berbagai hal yang sehari-hari dikerjakan atau dilakukan seorang programmer. Kenapa dinamakan Ghibah Programmer? Terinspirasi dari mas Agil Baka yang demennya Ghibah-in berbagai startup di Indonesia, karena saya bukan pakar per-startup-an di Indonesia, jadi mari kita alihkan saja topiknya kepada programmer itu sendiri yang mana juga profesi saya sendiri.

Ghibah sendiri dalam bahasa Indonesia bisa diasosiasikan dengan gosip.  Yap karena artikel ini bisa jadi akan ngomongin berbagai hal mengenai saya pribadi atau kamu, iya kamuuuu. Jadiii jangan baper ya.

Gambar dari pexels.com

Programmer akhir-akhir ini memang menjadi salah satu profesi yang lumayan hype, hal ini tentu saja berbanding lurus dengan makin banyaknya perusahaan yang bergerak di bidang teknologi serta banyak perusahaan non-teknologi yang mulai melirik untuk enabling teknologi kedalam bisnis mereka. Dengan makin banyaknya kesempatan untuk bekerja maka makin terbuka pula kesempatan bagi pelaku didalamnya untuk berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya dengan mudah. Tapi apakah benar bisa semudah itu? Adakah hal-hal yang perlu kita pertimbangkan sebelum memutuskan untuk pindah kerja? Mari kita bahas dalam artikel kali ini.

Saya sendiri belum lama ini pindah ke perusahaan baru setelah beberapa tahun di perusahaan yang sama, tentu saja saya mengalami berbagai kegalauan ketika dihadapkan pada pilihan haruskah tetap bertahan pada perusahaan lama ataukah memutuskan untuk memulai petualangan baru di perusahaan yang baru. Nah, karena belum lama maka rasanya masih segar di ingatan dan saya pikir hal ini perlu saya sampaikan agar bisa menjadi bahan pertimbangan juga bagi yang sedang atau akan merencanakan untuk pindah kerja.

Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saya,  bisa jadi akan tidak relevan dengan keadaan dan kondisi teman-teman. Jangan beranggapan bahwa semua yang saya tulis adalah hal yang mutlak benarnya, kalian berhak mengoreksi bahkan tidak setuju dengan isi dari artikel ini. Silahkan dibaca dan diambil hal-hal baiknya saja dan tinggalkan hal-hal yang akan merugikan kalian. Segala tindakan yang berujung merugikan diri kalian yang diambil berdasarkan tulisan dari artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing dengan penuh kesadaran.

Beberapa hal yang menurut saya perlu temen-temen pertimbangkan ketika akan memutuskan untuk pindah kerja antara lain diantaranya:

Alasan pindah kerja

Ini hal klise sebenarnya menurut saya, tapi pastikan kalian punya alasan yang kuat sebelum memutuskan untuk pindah kerja. Apakah hal tersebut soal uang, soal karir, pengetahuan, pengalaman, lingkungan kerja, budaya kerja atau hal lainnya. Pastikan juga kalian coba bernegosiasi drngan diri sendiri dan keluarga terdekat dengan alasan tersebut, apakah alasan tersebut memang mengharuskan kalian untuk pindah kerja atau tidak. Setelahnya jangan lupa juga untuk coba berbicara dengan supervisor terdekat kalian untuk membicarakan alasan-alasan diatas. Pada beberapa kasus setelah mencoba bernegosiasi dengan supervisor, pada akhirnya alasan yang dikemukakan bisa saja diselesaikan tanpa harus pindah kerja ke perusahaan baru. Buat saya alasan ini penting, karena jangan sampai kalian bertindak gegabah tanpa mencoba bernegosiasi terlebih dahulu. Bagi saya dan banyak orang lainnya, urusan pekerjaan ini berkaitan erat dengan perut sendiri dan anak istri, jadi setiap keputusan harus diambil secara bijak dengan mempertimbangkan banyak aspek bukan hanya karena emosi sesaat yang berujung sesat.

Peran yang kalian dapatkan

Tanyakan pada perusahaan yang kalian tuju (bila sudah jelas adanya), peran apa yang akan kalian dapatkan di perusahaan baru tersebut. Pastikan kalian paham mengenai peran itu kalaupun kalian sedang mempertimbangkan beberapa perusahaan sebagai tujuan baru. Pertimbangkan peran tersebut, apakah kalian sanggup menanggungnya karena setiap peran pasti memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda satu sama lain, setiap peran pun akan memiliki dampak yang berbeda-beda bagi berbagai hal, seperti pekerjaan yang bisa dikerjakan, dampak dari pekerjaan tersebut, gaji dan benefit yang didapatkan, pengembangan karir dan pengetahuan bagi diri kalian kedepannya. Biasanya orang-orang akan cenderung memilih peran yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan sebelumnya, hal ini wajar karena peran yang lebih besar tentunya menjanjikan return yang lebih besar pula.

Pengembangan karir

Kalian mesti tau juga bagaimana prospek karir kalian kedepannya di perusahaan baru paling tidak untuk jangka pendek dan jangka panjangnya harus dipikirkan terlebih dahulu. Dalam waktu satu sampai dua tahun, apa yang ingin kalian capai di perusahaan baru sebagai target jangka pendek, dalam jangka yang lebih lama misalnya setelah lebih dari 3 tahun apa yang ingin kalian capai. Hal ini penting karena setiap kali pindah ke perusahaan baru tentu kita berharap akan lama di perusahaan tersebut meskipun mungkin faktanya tidak akan sejalan. Maka dari itu memikirkan jangkauan karir yang bisa kalian capai dalam jangka waktu tertentu bisa menjadi hal yang perlu kalian lakukan ketika memikirkan pindah ke perusahaan baru.

Pada kenyataanya ada banyak sekali perusahaan yang hanya baik untuk bekerja jangka pendek karena tidak dapat menjanjikan kenaikan dalam hal karir. Istilahnya ya kalian bakal gitu-gitu aja mau bekerja selama apapun, paling nungguin naik gaji sesuai inflasi aja. Hal seperti ini tentu merupakan hal yang kita tidak inginkan sebagai kaum pekerja.

Pengembangan pengetahuan

Sebagai programmer, kita memang dituntut untuk terus berkembang secara pengetahuan. Setiap hari ada saja hal baru yang kita tidak tau, dan bila kita terlewat bisa saja ternyata kita telah jauh tertinggal dibandingkan yang lain. Memang tidak semua pengetahuan itu bisa kita cerna, namun paling tidak pengetahuan kita bisa berkembang sejalan dengan apa yang telah kita implementasikan pada pekerjaan sehari-hari.

Masalahnya adalah tidak semua perusahaan bisa memberikan ruang yang cukup bagi programmer untuk mengembangkan pengetahuannya. Pastikan kamu tidak salah pilih, pilihlah perusahaan yang bisa menempa kalian secara pengetahuan, perusahaan yang menjanjikan banyak tantangan yang bisa dipelajari, perusahaan yang memberikan ruang yang cukup bagi kalian untuk tetep mengikuti cepatnya perubahan berbagai hal di luar sana.

Hati-hati dengan mereka yang menawarkan kenyamanan namun pada dasarnya mengekang pengetahuan kalian dan hanya memanfaatkan apa yang sudah kalian tau saat ini tanpa mau berinvestasi untuk turut serta mengembangkan diri kalian kedepannya.

Lingkungan kerja

Lingkungan kerja ini bisa mencakup banyak hal, bisa mencakup bagaimana suasana kantor yang akan kalian datangi setiap weekday nantinya, bisa mencakup lokasi kantor dari rumah tempat tinggal kalian saat ini, belum lagi kalau ternyata lokasi kantor baru mengharuskan kita pindah dari tempat tinggal sekarang, tentu perlu dipikirkan. Bisa juga mencakup bagaimana mudah atau susahnya mencari makan siang di kantor tersebut nantinya, bisa juga mencakup bagaimana orang-orang yang berada di dalam kantor tersebut yang akan menjadi rekan kerja kalian nantinya, — bagian berikutnya agak sara, gak usah baper — karena saya seorang muslim maka saya juga akan mempertimbangkan apakah orang-orang di dalamnya banyak yang muslim juga (preferensi pribadi ya), kalaupun banyak yang muslim apakah orang-orang muslim didalamnya pada rajin beribadah atau tidak (saya masih orang yang percaya bahwa berkumpul dengan orang-orang baik akan membawa kita mengikutinya).

Tidak dipungkiri, bagi saya lingkungan kerja bisa menjadi faktor yang vital bagi kenyamanan saya bekerja di perusahaan tersebut. Saya tentu lebih memilih untuk bekerja di kantor yang lebih dekat dengan tempat tinggal saya saat ini dibandingkan harus naik kendaraan berjam-jam hanya untuk datang ke kantor. Pun berbagai hal mengenai suasana di kantor ini bisa menjadi mood killer atau mood booster bagi saya pribadi.

Budaya kerja

Lain dengan lingkungan kerja, budaya kerja pun perlu kalian pertimbangkan. Bagaimana orang-orang di dalam perusahaan tersebut bekerja sama, visi dan misi dari perusahaan yang biasanya ingin disebarkan terhadap karyawannya, bagaimana ritme bekerja orang-orang di dalamnya. Saya termasuk orang yang pilih-pilih soal budaya kerja ini, karena buat saya tidak semua perusahaan bisa memiliki budaya yang baik, budaya yang membangun, budaya yang akan terus memacu saya untuk memberikan yang terbaik pada setiap pekerjaan yang saya selesaikan.

Gaji dan benefit

Last but not least, ya tentu soal gaji dan benefit yang akan kalian dapatkan dari perusahaan baru. Gaji yang akan saya hitung bukanlah uang yang akan saya terima dalam satuan bulan, namun jumlah uang yang akan saya terima dalam satuan waktu tahun. Yap, bagi saya menjadi penting untuk menghitung uang yang akan saya dapatkan dari gaji dalam satuan tahun, mengingat jaman sekarang banyak perusahaan yang memilih memberikan gaji perbulan dengan angka yang lebih besar padahal setelah dihitung dalam waktu setahun tidak akan jauh berbeda dari uang yang kita dapat setahu di perusahaan sebelumnya.

Soal gaji ini juga disesuaikan dengan kebiasaan kalian dalam memanfaatkan uang gaji kalian, bagi yang kurang bisa dalam menyisihkan pendapatan perbulan tentu mencari perusahaan yang mampu memberikan bonus tahunan akan lebih aman bagi kalian meskipun gaji perbulan yang akan kalian dapatkan bisa jadi akan lebih kecil. Tapi bagi orang yang yakin bisa menyisihkan uang dengan baik tentu memilih peruasahaan dengan gaji perbulan lebih besar akan lebih menggiurkan.

Bicara soal gaji yang ditawarkan tentu perlu dipikirkan juga seberapa besar pengeluaran kita akan meningkat nantinya di kantor yang baru, misalnya di kantor sebelumnya kita dapat makan siang gratis sedangkan di kantor yang baru nanti kita harus beli makan siang sendiri. Pun dengan transportasi, apakah biaya transport yang harus dikeluarkan untuk mencapai tempat kerja juga akan membengkak?

Bukan cuma gaji, benefit lain yang bisa kalian dapatkan juga layak masuk hitungan kalian. Misalnya asuransi kesehatan kalian dan keluarga, seberapa besarkah akan ditanggung oleh kantor baru kalian. Tunjangan-tunjangan lain, seperti transportasi, kacamata, pulsa handphone, dan lain sebagainya mesti kalian hitung-hitung.

Toleransi pada kekurangan

Tentu setiap orang mengidamkan bisa bekerja di perusahaan yang bisa memenuhi semua keinginan, kebutuhan dan tuntutan kita, namun seringkali kita tidak bisa menemukan tempat yang seperti dalam impian kita. Maka kuncinya adalah menetapkan ada dibatas mana kita bisa bertoleransi dengan kekurangan yang masih kita temui. Misalnya okelah saya tidak apa-apa kerja di tempat yang agak jauh dari tempat tinggal demi mendapatkan gaji yang lebih besar, atau sebaliknya biarlah saya kerja di tempat yang dekat dengan tempat tinggal meskipun gaji yang didapat mungkin kurang sedikit. Selama kita bisa berbesar hati menerima kekurangan yang ada, kerja bisa lebih nyaman tanpa perlu menggerutu setiap hari.

Syukuri apa yang kita terima hari ini, karena mungkin saja ada banyak orang di luar sana yang berharap bisa ada di tempat kalian saat ini.


Begitu kira-kira…

Terima kasih dan tunggu seri berikutnya, jangan lupa tinggalkan pendapat kalian di kolom komentar di bawah ini. Saya juga terbuka untuk masukkan berbagai topik yang kalian inginkan untuk dibahas pada seri selanjutnya.

 

Irfan Maulana

Seorang pengembang web antar muka dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di beberapa perusahaan. Pengetahuan saya meliputi HTML, CSS, dan JavaScript. Saya juga memiliki beberapa projek open source yang bisa kalian lihat di Github saya @mazipan. Selalu senang hati bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan teman-teman.